Minggu, 19 Maret 2017

Model-Model PTK

Text Box: BAB 6. 
MODEL-MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Terdapat banyak model PTK yang dapat kita gunakan.  Hal ini   dimaksudkan agar  wawasan kita lebih luas dan  agar desain  yang  dikembangkan  akan lebih jelas dan terarah. Dalam bab ini akan ditampilkan beberapa PTK sebagai bahan visualisasi langkah-langkah yang dilakukan dalam  prosedur penelitian. Pada prinsipnya  PTK atau CAR (Classroom Action Research) dimaksudkan  untuk mengatasi  permasalahan  yang terdapat  di  dalam kelas. Sebagai salah satu penelitian  yang bertujuan  untuk mengatasi permasalahan  yang terdapat di dalam kelas, menyebabkan  terdapatnya beberapa model atau desain  yang dapat diterapkan. Desain tersebut kita bahas berikut ini.
A.       Model Kurt Lewin
                  Model Kurt Lewin merupakan model pertama dalam PTK yang diperkenalkan pada tahun 1946, dan merupakan acuan pokok  atau dasar dati berbagai  model PTK yang lain. Konsep pokok  penelitian tindakan Model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu  a) perencanaan (planning), b) tindakan  (acting), c) pengamatan (observing), dan  d) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen tersebut  dipandang sebagai siklus  yang dapat digambarkan  sebagai berikut :
                                       Gambar.6.1. Siklus PTK menurut Kurt Lewin
B.        Model Kemmis dan Mc Taggart
                  Model Kemmis & Mc Taggart merupakan pengembangan  dari konsep  dasar yang diperkenalkan  oleh Kurt Lewin sebagaimana yang diutarakan  di atas. Hanya saja komponen acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai satu kesatuan.
                  Model Kemmis dan Mc  Taggart pada hakikatnya berupa  perangkat-perangkat atau untaian  dengan satu perangkat terdiri dari  empat komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan,  dan refleksi yang keempatnya  merupakan satu siklus.
Model Kemmis dan Mc Taggart dapat digambarkan sebagai berikut :
                             Gambar 6.2.  PTK Model Kemmis & Mc Taggart

C.       Model John Elliot
                  Model John Elliott juga dikembangkan  berdasarkan model  Kurt Lewin, tetapi nempak lebih  detail dan rinci. Pada model John Elliot dalam satu tindakan (acting) terdiri dari beberapa step atau langkah tindakan, yaitu  langkah tindakan 1, langkah tindakan  2 dan langkah tindakan 3 . Adanya  langkah-langkah  untuk setiap tindakan ini  dengan dasar pemikiran  bahwa di dalam mata pelajaran  terdiri dari  beberapa pokok  bahasan,  dan setiap pokok bahasan  terdiri dari beberapa materi yang tidak dapat diselesaikan  dalam satu kali tindakan.


D.       Model Hopkins
           Berpijak pada  desain-desain  model PTK para ahli pendahulunya, selanjutnya Hopkins (1993 : 191) menyusun  desain tersendiri, yaitu  sebagai berikut :
Add caption




























Gambar.6.4.  Siklus PTK menurut Hopkins

E.        Model Gabungan  Sanford dan Kemmis
            Model ini dikembangkan  oleh Direktorat Ketenagaan Ditjen  Dikti Depdiknas. Sehingga diperoleh batasan peenelitian tindakan  adalah sebagai  sebuah proses  investigasi  terkendali yang  siklis dan bersifat  reflektif mandiri, yang memiliki tujuan  untuk  melakukan perbaikan terhadap  sistem, cara kerja, proses, isi, kompetensi, atau situasi.
            Siklus tersebut menunjukkan  adanya aktivitas dalam PTK yang diawali dengan perencanaan  tindakan (planning), penerapan tindakan (action), mengobservasi dan mengevaluasi  proses dan hasil tindakan  (observation and evaluation), melakukan refleksi  (reflection), dan seterusnya sampai tercapai  kualitas pembelajaran yang diinginkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar