Minggu, 19 Maret 2017

Hakikat Penelitian Tindakan Kelas


A.    Pengertian
Penelitian tindakan kelas merupakan  suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru dilapangan (Wibawa, 2004:3). Arikunto (2007:3) mengartikan bahwa penelitian  tindakan kelas merupakan  suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja  dimunculkandan terjadi  dalam  sebuah siklus  kelas secara bersama. Tindakan tersebut  diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.
Menurut Carr dan Kemmis (1986) PTK adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri (self reflective) yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi sosial  untuk memperbaiki  rasionalitas dan kebenaran : (a)praktik-praktik sosial atau  pendidikan yang dilakukan sendiri; (b) pengertian mengenai  praktik-praktik tersebut; (c) situasi-situasi  dimana praktik-praktik tersebut dilaksanakan.
Dari berbagai pendapat tentang  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) penulis dapat mengambil  kesimpulan  bahwa PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri  dengan menggunakan, praktik, strategi pembelajaran, dari masalah yang guru hadapi di kelas dengan alur merencanakan, melaksanakan, serta merefleksikan dari pembelajaran yang telah diberikan guru. Sehingga memiliki pengalaman dan konsep baru  bagaimana guru tersebut mengatasi permasalahan dikelas dengan memperbaiki kinerjanya dalam rangka  meningkatkan hasil belajar siswa.
 Nama lain PTK atau Penelitian Classroom Action Research (CAR) dikenal juga dengan nama : Participatory Research, Collaborative Research, Emancipatory Research, Action Learning, dan Contextual Action Learning.

B.     Prinsip Penelitian Tindakan Kelas
1.      Penelitian Tindakan vs Penelitian Formal
Penelitian Tindakan Kelas  berbeda dari penelitian formal. Penelitian formal  bertujuan menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Penelitian tindakan lebh bertujuan  memperbaiki kinerja, sifatnya konstekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil penelitian  tindakan dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar belakang yang mirip dengan peneliti.
            Perbedaan  antara penelitian formal dengan classroom action research disajikan dalam bentuk tabel berikut.
Tabel Perbedaan antara Penelitian Formal dengan Classroom Action Research
No
Ketentuan
Penelitian Formal
CAR
1
Pelaku
Dilakukan oleh orang lain
Dilakukan oleh guru yang bersangkutan
2
Sample
Harus  representatif
Tidak harus representatif
3
Instrumen
Harus valid dan reliabel
Tidak harus  valid  dan reliabel
4
Statistik
Analisis statistik yang baik
Tidak harus menggunakan statstik
5
Hipotesis
Hipotesis harus jelas
Tidak mensyaratkan hipotesis
6
Teori
Harus berlandaskan  teori yang sudah ada
Teori tidak terlalu berpengaruh
7
Fungsi
Menguji  teori
Memperbaiki pembelajaran secara langsung

2.      Prinsip  dasar PTK
              Prinsip dasar PTK adalah : berkalanjutan, PTK merupakan upaya yang berkelanjutan  secara siklustis; integral, PTK merupakan  bagian integral dari konteks yang diteliti; ilmiah, diagnosis masalah  berdasar pada kejadian nyata; motivasi dari dalam, motivasi untuk memperbaiki kualitas harus tumbuh dari dalam; lingkup, masalah tidak dibatasi pada masalah pembelajaran di dalam  dan di ruang kelas.
3.      Peran Guru dalam PTK
        Guru memiliki peran dalam PTK sebagai pengjar sekaligus peneliti. Fokus penelitian  berupa kegiatan pembelajaran. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya dan biasanya interaksi yang terjadi antara guru dan siswa berlangsung secara unik . Keterlibatan guru  dalam berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang bersifat penegmbangan  mengharuskan guru mampu melakukan PTK di kelasnya.
        Dalam PTK guru memiliki hak otonomi  untuk menilai sendiri  kinerjanya. Metode paling utama adalah  merefleksikan diri  dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian.
        Penelitian tentunya memerlukan sumber dana, dapat dari pribadi ataupun dari  pemerintah. Pemerintah  telah memprogramkan tiga kegiatan  utama peningkatan  professional guru  berkelanjutan  berkolaborasi dengan LPTK dan menyediakan  dana block grant untuk kepentingan tersebut.Guru harus rajin mencari informasi dari website pada situs penjamin mutu pendidikan  atau dari teman MGMP mata pelajaran.


C.    Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
PTK berbeda dengan penelitian formal (konvensional) pada umumnya. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      On –the job problem oriented (masalah yang diteliti adalah  masalah riil atau nyata yang muncul dari dunia kerja peneliti atau nyata yang muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenangan  atau tanggung jawab peneliti.
2.      Problem-solving oriented (berorientasi pada pemecahan masalah).
3.      Improvement-oriented (berorientasi pada peningkatan mutu).
4.      Cyclic (siklus). Konsep tindakan  (action) dalam PTK diterapkan melalui  urutan yang terdiri  dari beberapa tahap berdaur ulang (Cyclical).
5.      Action oriented. Dalam PTK selalu  didasarkan pada adanya tindakan (treatment) tertentu  untuk memperbaiki PBM di kelas.
6.      Pengkajian terhadap dampak tindakan.
7.      Specifics contextual. Aktivitas PTK dipicu oleh permasalahan praktis yang dihadapi guru  dalam PBM di kelas.
8.      Partisipatory (collaborative). PTK dilaksanakan secara  kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain, seperti teman sejawat.
9.      Peneliti sekaligus sebagai praktisi  yang melakukan refleksi.
10.  Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa  siklus, dalam satu siklus  terdiri dari tahapan  perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) dan selanjutnya diulang kembali dalam beberapa siklus.
          Dari karakteristik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa PTK merupakan penelitian yang sebenarnya guru lakukan sehari-hari, guru mengobservasi masalah yang terjadi dikelas, merencanakan tindakan, melakukan tindakan, merefleksikan dari kekurangan dan kelebihan yang dibawakan pada pembelajaran, kemudian dilakukan dalam beberapa siklus sebagai upaya perbaikan  dari refleksi. Guru dapat memilih  permasalahan apakah dari pengelolaan kelas, strategi pembelajaran, media, model atau beberapa pendekatan yang dianggap guru dapat menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran, guna meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas.
D.       Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
          Berbagai penelitian yang dilakukan dalm segala bidang sudah pasti memiliki tujuan untuk memecahkan  suatu masalah,namun khusus PTK disamping tujuan tersebut tujuan PTK yang utama  adalah untuk perbaikan  dan peningkatan layanan professional guru dalam menangani proses belajar mengajar.
Menurut Mulyasa (Tukiran, 2012 : 20) secara umum tujuan penelitian  Tindakan Kelas adalah :
1.      Memperbaiki dan meningkatkan  kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
2.      Meningkatkan layanan professional  dalam konteks pembelajaran  khususnya layanan kepada peserta didik  sehingga tercipta layanan prima.
3.      Memberikan kesempatan kepada  guru berimprovisasi  dalam melakukan tindakan  pembelajaran yang direncanakan  secara tepat waktu dan sasaran.
4.      Memberikan kesempatan kepada guru mengadakan  pengkajian  secara bertahap terhadap kegiatan pembelajaran  yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
5.      Membiasakan guru mengembangkan  sikap ilmiah, terbuka , dan jujur dalam pembelajaran.

E.        Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
Manfaat PTK sangat banyak . Jika guru melakukan  PTK  terkait dengan komponen pembelajaran  antara lain : (1) inovasi pembelajaran; (2)pengembangan kurikulum di tingkat nasional; (3) peningkatkan profesionalisme guru.
Pengalaman yang penulis ambil, dari penelitian tindakan kelas selain hal diatas, apabila  PTK kita ajukan ke program pemerintah dalam ajang lomba, atau menyeminarkan tingkat nasional maupun internasional, kita tidak mengeluarkan biaya untuk mengundang  sahabat guru lain  tetapi kita dibiayai oleh lembaga tersebut. Contohnya oleh Lembaga Pusat Pengembangan  dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) IPA  yang berlokasi di Bandung Jalan diponegoro  No. 12. Penulis pernah mengikuti ajang lomba menjadi penyeminar tingkat Internasional, pada tahun 2007. Alhamdulillah menjadi perwakilan tingkat Jawa Barat, dan dihadiri oleh peserta tingkat nasional serta penyeminar dari Australia. Dari pengalaman tersebut penulis mendapatkan sahabat guru dari  dalam provinsi juga luar provinsi dalam forum ilmiah. Tentunya kita saling berbagi pengalaman dalam pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah daerah masing-masing.
Tahun 2008 penulis mengajukan proposal PTK untuk didanai dari PMPTK dan disaring oleh LPMP Jawa Barat, melalui program dana Block Grant. Alhamdulillah terpanggil menjadi guru  yang didanai Dana Block Grant.  Pada awalnya, hanya coba-coba dari PTK ini dimasukkan ke lembaga tersebut karena masih banyak belajar tentang PTK. Kemudian  peneliti melakukan penelitian dengan bimbingan bu Dida Hamidah pada saat itu yang bertugas membimbing penulis sampai selesai.
Pengalaman kemarin dari PTK, penulis mengikuti seminar yang diadakan di PPPPTK IPA tanggal 25 November- 28  November 2014. Mengadakan seminar tingkat Nasional, dengan mengagajukan PTK yang telah dilaksanakan untuk diseleksi termasuk menjadi penyeminar tingkat nasional. Alhamdulillah  terpanggil menjadi penyeminar  termasuk 20 orang guru IPA SMP tingkat Nasional. Dari Sabang sampai Merauke  guru yang memiliki inovasi berkumpul dalam forum ilmiah ini. Penulis mendapatkan sahabatdari Yogyakarta beliau adalah Guru berprestasi  Tingkat Nasional, bernama Dra. Hewi Murdaningsih, M.Pd.Si  beliau bertugas di  SMP 2 Ngemplak Sleman. Mendapatkan  penghargaan untuk  berjalan-jalan ke Amerika.  Pengalaman ini dapat memotivasi penulis untuk terus menghasilkan karya terbaik guna menambah ilmu dan perbaikan dalam pembelajaran dikelas.
Jadi jangan menyerah ataupun malu untuk mengikuti program pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas guru. Apabila  semua guru  mau membaca, menulis, meneliti pembelajarannya pasti dunia pendidikan diIndonesia akan berkembang lebih maju.
Dengan menulis kita akan mendapatkan wawasan luas dan sahabat profesi guru, di seluruh Indonesia. Sehingga  dapat berbagi ilmu dan termotivasi untuk menemukan inovasi yang lebih kreatif dalam dunia pendidikan. Sehingga kita dapat menjadi guru professional.

Semoga Bermanfaat Terimakasih

Dari Berbagai sumber buku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar